Cerita Dewasa Paling Asik Mbak Lala Cetarrrr Mempesona - Tapi lama
kelamaan semua itu membuatku bosan. Ya...di Jakarta ini, walaupun aku
merantau, ternyata aku punya banyak saudara dan karena kesibukan (alasan
klise) aku tidak sempat berkomunikasi dengan mereka. Akhirnya
kuputuskan untuk menelepon Mas Adit, sepupuku. Kami pun bercanda ria,
karena lama sekali kami tidak kontak. Mas Adit bekerja di salah satu
perusahaan minyak asing, dan saat itu dia kasih tau kalau minggu depan
ditugaskan perusahaannya ke tengah laut, mengantar logistik sekaligus
membantu perbaikan salah satu peralatan rig yang rusak.
Selasa, 25 Juni 2013
12.24
No comments
Aku tinggal di kota K. Tanggal 22 Mei 1999 yang lalu aku pergi ke Surabaya untuk liburan, sambil refreshinglah. Setelah berputar-putar sebentar, sorenya aku menuju rumah temanku yang sudah sangat akrab di kawasan DK. Keluarganya sudah sangat akrab dengan keluargaku, sudah seperti satu keluarga sejak aku lahir. Di rumah ini ada Mas Zani yang umurnya 22 tahun, adiknya (cewek, masih SMU), sepupunya (cewek sudah sekitar 23 tahun), dan tentu saja kedua orang tua mereka.
01.50
No comments
Ini adalah pengalamanku yang terjadi baru-baru ini, seperti pernah aku
ceritakan, namaku Dania dan akrab dipanggil Nia, usia 24 tahun,167/52,
rambut hitam panjang, kulit putih, dan aku bekerja disebuah bank swasta
sebagai sekretaris.
Di kotaku ini, aku tinggal sendiri di rumah yang dibelikan oleh ayahku, aku hanya ditemanin oleh seorang pembantu.. Namanya "Nina", usianya sepantaran aku, belum menikah katanya. Pembantuku ini rajin.. setiap pagi dia sudah beres-beres rumah, menyiapkan sarapan buatku, dan sebelum pergi ke pasar selalu memberikan daftar belanjaan untuk aku setujui.
Di kotaku ini, aku tinggal sendiri di rumah yang dibelikan oleh ayahku, aku hanya ditemanin oleh seorang pembantu.. Namanya "Nina", usianya sepantaran aku, belum menikah katanya. Pembantuku ini rajin.. setiap pagi dia sudah beres-beres rumah, menyiapkan sarapan buatku, dan sebelum pergi ke pasar selalu memberikan daftar belanjaan untuk aku setujui.
Senin, 24 Juni 2013
12.05
No comments
Namaku Kuntadi Priyambada. Aku biasa di pangil Kun. Kedua orang tuaku
sudah meninggal, Ketika itu aku baru kelas 2 SMP, Aku terpaksa ikut Mas
Pras. Dia adalah anak ayah dari isteri pertama. Jadi aku dan Mas Pras
lahir dari ibu yang berbeda. Mas Pras ( 30 tahun ) orangnya baik dan
sayang kepadaku, tapi istrinya……… wah judes, dan galak. Ketika Ibuku
meninggal, yang mengakibatkan aku jadi sebatang kara di dunia, Mas Pras
baru seminggu menikah. Kehadiranku di keluarga baru itu, tentu sangat
mengganggu privasi mereka. Rumah kontrakan sempit hanya ada tiga kamar.
Kamar tidur, kamar tamu dan dapur. Aku merasakan sikap yang kurang enak
ini sejak aku hadir di situ.
09.46
No comments
Saya
berangkat dari Bandung siang hari, sampai di sana sudah malam.
Setibanya saya di rumah sahabat saya, saya langsung memencet bel pintu
rumah. Begitu bel dipencet, keluarlah seorang wanita setengah baya, dan
dia adalah ibu sahabat saya, namanya Ibu Ita. O ya.., Ibu Ita adalah
seorang janda, umurnya saya perkirakan sekitar 39 tahun. Walaupun
umurnya sudah hampir mencapai kepala 4, tetapi masih kelihatan seksi dan
montok, walaupun buah dada yang besar itu sedikit kendor.
Kamis, 20 Juni 2013
10.05
No comments
Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kurang
lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang
berusia 30-40 tahun, dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat
menarik, apalagi jika ‘jam terbangnya’ sudah tinggi, sehingga pandai
dalam bercinta. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki
keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut.
Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat
kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ‘full body massage’.
Sabtu, 15 Juni 2013
10.08
No comments
Aku sudah tiga tahun ikut dengan keluarga Budhe. Saat itu usiaku sudah
15 tahunan dan Mbak Ningsih yang usianya tiga tahun di atasku sudah
kelas 3 di salah satu SMK swasta di kotaku. Pada saat itulah aku pertama
kali mengenal apa yang namanya seks.
Kejadiannya berawal dari suatu siang kira-kira setengah tahun setelah meninggalnya Budhe Harti. Saat itu sekolahku dipulangkan sebelum waktu biasanya. Semua murid dipulangkan pada jam 10 pagi karena guru-guru mengadakan rapat untuk persiapan EBTA. Aku yang selalu disiplin tidak pernah bermain sebelum pulang dan ganti pakaian. Begitu sekolah dibubarkan aku langsung pulang ke rumah yang jaraknya kira-kira 2 km dengan naik angkot.
Kejadiannya berawal dari suatu siang kira-kira setengah tahun setelah meninggalnya Budhe Harti. Saat itu sekolahku dipulangkan sebelum waktu biasanya. Semua murid dipulangkan pada jam 10 pagi karena guru-guru mengadakan rapat untuk persiapan EBTA. Aku yang selalu disiplin tidak pernah bermain sebelum pulang dan ganti pakaian. Begitu sekolah dibubarkan aku langsung pulang ke rumah yang jaraknya kira-kira 2 km dengan naik angkot.
Jumat, 07 Juni 2013
09.58
No comments
Hari itu salah seorang direktur
perusahaan, Pak Freddy, sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di
sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun
diundang, dan malam itu akupun meluncur menuju tempat resepsi diadakan.
Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, karena masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.
Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, karena masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.
Langganan:
Komentar (Atom)



